
TB – Kheis zane
Kheis Zane menggeser duduknya ke tepi tempat tidur. Wajah seorang laki-laki pertengahan 40-an memenuhi hologram. Kheis dapat melihat detil lipatan-lipatan halus dan kasar yang mengikuti setiap bagian penting di wajahnya. Dvezda, Pimpinan Walyah Teleflashcomn, tempat di mana ia mengabdi.
“Apa kau baik-baik saja?”
Tidak! Aku tidak dalam keadaan baik-baik saja. Baru saja aku menemukan penempelan ingatan dalam memoriku. Ada yang membajak gelombang teta dan meninggalkan kengerian yang tidak dapat kumengerti. Dan aku tidak dapat melacak jejaknya. Itu tidak baik-baik saja.
“Maaf, sir?” Kheis Zane memilih mengabaikan keluhannya.
Dvezda mengernyitkan kening menambah jelas garis-garis di wajahnya, “Kau tidak menjawab panggilan neuralku sejak tadi,” laki-laki itu menatapnya tajam. Meneliti.
“Kode sinapsis jaringan otakmu acak dan tidak bisa kulalui,”
Ya. Untuk neural tingkat Scaft seperti Dvezda walaupun ia adalah guru dan pimpinan Kheis Zane tapi dalam tingkat neural, Dvezda dibawahnya. Dua tingkat dibawah Kheis Zane membuat Dvezda tidak bisa terhubung langsung dengan pikiran Kheis Zane kecuali melalui kode yang telah diberikan padanya.
“Aku…sedang mencoba sensasi tidur,” Kheis Zane tersenyum malu. Tidak sulit bagi gadis itu memanipulasi otaknya dan menghadirkan wajah malu lengkap dengan semburat rona merah muda.
“Hooo. Untuk sensasi bodoh itu kau mengacaukan kode sinapsismu?” Dvezda menggeram kesal namun dengan bibir terkulum senyum. Sebuah tindakan lalai beresiko tinggi namun siapa yang bisa menyalahkan keinginan normal dari seorang perempuan muda untuk sebuah sensasi tidur? Bahkan bila ia adalah seorang neural tingkat tinggi sekalipun.
“Sudahlah,” wajah Dvezda kini tidak lagi memenuhi hologram. Ia menyandarkan bahunya di kepala kursi. “Aku hanya sedikit cemas,” Dvezda masih menggunakan kaus hitam turtleneck dengan logo Teleflashcomn kecil di dada sebelah kiri. Seragam resmi pimpinan terlihat diletakkan sembarangan di atas meja.
“Kau pasti sudah mengetahui pertemuan Dwan Smesta hari ini?”
Kheis Zane menganganggukan kepala. Pertemuan Dwan Smesta memutuskan adanya penyisiran dan pembersihan besar-besaran terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai anggota Snifling dan ia ditunjuk sebagai pemimpin operasinya. Ia ingin sekali tidak peduli. Ia masih sangat marah dengan keputusan Dwan Smesta yang membatasi akses pekerjaan para neural di luar Walyah Teleflashcomn. Dwan Smesta melarang seorang neural menjabat Paritus atau asisten pribadi kepala walyah, juga melarang dan memberhentikan neural yang terlibat aktif di Walyah Gevurah- Walyah Keamanan dan Persenjataan. Keputusan yang menurut Kheis sebagai penghinaan terhadap profesi dan pengabdian seorang neural. Benar mereka –para neural- memiliki kemampuan mendengarkan jalan pikiran seseorang dan dalam tahap tertentu bisa menghapus, mengganti dan memanipulasinya. Sepertinya mengerikan, namun semua itu tidak bisa dilakukan pada sembarangan orang dan resiko yang ditanggungpun tidak sepadan. Sungguh tidak semudah yang dipikirkan orang awam.
“Dwan Smesta menanggapi serius laporan peningkatan aktifitas Snifling,”
Kheis menganggukkan kepalanya lagi. Dengan kemampuannya ia bisa mendengar dan menyisir lalu lalang informasi para neural yang dikirim melalui kode khusus.
“Data-data lengkapnya telah kukirimkan padamu,”
Kheis melihat gelang komunikatornya dan menemukan salah satu kristalnya berwarna hijau pudar. Data telah diterima. Ia mengiyakan.
”Pilih orangmu secepatnya. Ada nama-nama dari walyah lain. Jika kau sudah memilih, hubungi mereka secepatnya. Pertemuan tim akan diadakan di walyah kita, besok,”
”Lintas walyah,”
Dvezda mengangguk tegas.
”Pertemuannya di walyah kita?”
”Tidak perlu kuulangi lagi,”
Walyah Teleflashcomn adalah salah satu dari tiga walyah yang tidak bisa digunakan sebagai ruang publik atau tempat pertemuan antar walyah. Sebuah kondisi tertutup yang terjadi karena pertimbangan dari keduabelah pihak. Bagi Walyah Teleflascomn hadirnya orang luar membuat seluruh rangkaian proses pencarian data, pemilahan informasi dan penguncian kode sinapsis jaringan mengalami perlambatan hingga mencapai 11.000 per mil atau hanya bekerja 0,31% dari hari-hari biasa dan itu berarti ancaman besar bagi keamanan Planet Saafil. Sedangkan bagi orang luar, mengadakan pertemuan di Walyah Teleflashcomn dimana semua pekerjanya adalah neural sama artinya dengan mempersilahkan alur pikirannya dimasuki, diutak-atik atau bahkan diganti. Sebuah pikiran yang tentu sangat salah, namun beresiko benar adanya. Hal itu membuat tak pernah ada yang menyetujui pertemuan sebuah tim gabungan dari beberapa walyah diadakan di walyah ini.
Kheis Zane memicingkan matanya,”itu dua sekaligus dalam limapuluh tahun terakhir,”
”Pengetahuan sejarahmu tidak diragukan lagi,” Dvezda tersenyum letih dari balik lengan yang dijadikan tumpuan kepalanya.
”Aku telah merekayasa ruangan selaput membran dari frekuensi rendah yang diciptakan Una Lammeri, tiga hari yang lalu. Kita akan mencobanya besok,”
Kheis Zane mengabaikan nada bangga dalam suara Dvezda, ia masih menatap Dvezda dengan tatapan tanya yang sama, ”Mengapa di timku harus ada Darge?”
Kheis Zane kembali bertanya. Kali ini suaranya seintens tatapannya.
Dvezda melengakkan kepalanya kaget. ”Kau…” ia menunjuk ke dahinya sendiri.
Kheis Zane mendengus acuh, “Kau mengeluarkan emosi yang aneh disetiap kata terakhir, sir,”
“Dan kau selalu tertarik dengan hal-hal yang aneh?”retoris Dvezda. Ia tidak bisa merasakan Kheis Zane dalam pikirannya walau begitu ia melakukan tindakan manipulasi ringan.
[analisis menyatakan ada kondisi yang tidak biasa sedang terjadi. Darge diperlukan untuk membantu Safier]
[Untuk itu, aku pergi berlibur beberapa hari. Bimpic Asisten. Ia bisa menangani. Aku belum membuang sampah hari ini...Kaus kakiku bau sekali...upilku hari ini bisa kubentuk seperti bibir...warna biru... Darge bisa berdansa dengan Safier dengan meminjam upilku...mereka... ]
[... ... ...]
”Blocking yang bagus sekali, sir” Kheis Zane mengedipkan sebelah matanya. ”Upil yang menarik!” Kheis Zane mengacungkan jempolnya. Tawanya diujung bibir.
Dvezda tersenyum lebar,”aku senang kau terhibur mendengarnya,”
Kheis Zane terbahak. Tubuhnya bergoyang, membuat gerakan menari sambil telunjuknya di dalam hidung. Mengupil. Dvezda ikut tertawa.
Dvezda tahu Kheis Zane tidak bersungguh-sungguh saat menyusup ke dalam pikirannya. Kalau saja ia serius, ia dapat melewati tipuan jalan pikiran yang dibuat Dvezda. Hanya Kheis Zane yang dapat memasuki pikiran seseorang tanpa meninggalkan getaran dan tanpa mempengaruhi kestabilan emosi orang tersebut. Tipuan apapun yang dilakukan oleh seseorang untuk menutupi jalan pikirannya bisa dilewati Kheis Zane. Kemampuan Safier yang terus berkembang.
”Dua bulan lagi kita akan merayakan 525 tahun Ma’a keberadaan kita di Planet ini. Dwan Semesta tidak menginginkan hal-hal lain terjadi sebelum perayaan hari bersejarah Saafilahaa,”
Kheis Zane mengangkat bahunya dengan malas,”Mereka tidak akan mendapatkan kesempatan itu,”
”Baiklah, aku tahu kau tidak suka membuang-buang energi kristal gelang komunikatormu,”
“Tugas ini diberikan Dwan Smesta untuk dipimpin Kheis Zane,” akhirnya Dvezda mengeluarkan kata-kata protokoler penugasan yang diucapkan sambil lalu. Sekedar menutup pembicaraan.
“Aku, Kheis Zane, memimpin tugas ini semata sebagai wujud pengabdianku. Biarlah para neural menguji niatku dan semoga Kibo merestui,” Kheis menjawab dengan takzim. Selalu.
Kata-kata protokoler yang menggelikan bagi para pekerja di Teleflashcomn. Termasuk Dvezda, tapi tidak bagi Kheis Zane.
Sambungan berakhir. Cahaya hologram kembali ke gelang komunikator.
***